Kamis, 12 April 2012
Rabu, 11 April 2012
Selamat Datang
Muktamar
Muhammadiyah ke-45 pada 2005 di Malang Jawa Timur telah menetapkan
revitalisasi Cabang dan Ranting sebagai salah satu prioritas Program
Konsolidasi Organisasi. Komitmen besar tersebut kemudian dilanjutkan
pada Muktamar ke-46 pada 2010 di Yogyakarta. Pimpinan Pusat Muhammadiyah
akan melakukan pengembangan Cabang dan Ranting secara kuantitatif—
terbentuknya PCM di 70% jumlah kecamatan, dan terbentuknya PRM di 40%
jumlah desa—dan juga secara kualitatif dengan menghidupkan kepengurusan
Cabang dan Ranting yang mati, serta mengaktifkan Cabang dan Ranting yang
belum aktif. Oleh karena itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Muktamar ke-46 mengamanatkan pembentukan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR), meskipun sesungguhnya tugas pembinaan Cabang dan Ranting adalah tugas yang melekat pada fungsi Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Daerah. Lembaga ini dalam SK PP No. 170/2010 tentang Nomenklatur Unsur Pembantu Pimpinan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahkan mewajibkan dibentuknya LPCR di tingkat Wilayah dan Daerah.
Namun demikian, perlu ditegaskan bahwa LPCR adalah lembaga fasilitator yang bertugas melakukan pengondisian bagi pengembangan Cabang dan Ranting. LPCR tidak ditugasi untuk menghadirkan bidang kegiatan baru, melainkan membantu mewujudkan program-program yang sudah ada. Hubungan LPCR dengan Majelis dan Lembaga lain ibarat ‘katalisator’ dalam reaksi kimia atau ‘platform’ dalam program komputer: tidak memiliki tugas tersendiri, melainkan membantu elemen atau unit lain dapat menjalankan fungsinya dengan lebih maksimal.
Melalui Program dan Strategi Pengembangan Cabang dan Ranting, tugas LPCR terbagi ke dalam dua kelompok fungsi pengembangan Cabang dan Ranting, yaitu pengembangan kualitatif dan pengembangan kuantitatif. Berikut Program dan Strategi LPCR.
Senin, 02 April 2012
Inilah Ungkapan Orang Tentang Mitos dan Fakta Es Krim
Banyak
mitos yang beredar mengatakan bahwa mengonsumsi es krim akan
menyebabkan kegemukan. Ada pula yang menyebut es krim penyebab batuk dan
pilek, bahkan es krim juga dituding sebagai penyebab gigi berlubang.Benarkah mitos-mitos seputar es krim tersebut? Nah untuk lebih mengetahui kebenarannya, ada baiknya Anda simak mitos dan fakta seputar es krim berikut:
Mitos: Es krim biang keladi kegemukan.
Fakta: Kegemukan disebabkan oleh energi dan lemak yang berlebihan serta kurang aktivitas fisik karena kebiasaan makan yang kurang baik dan faktor keturunan. Sementara itu, kontribusi energi dan lemak dalam es krim per takaran saji sangat kecil, yaitu sekitar 10 persen dari total kebutuhan energi per hari dan 15 persen dari total kebutuhan lemak per hari.
Mitos: Es krim menyebabkan batuk pilek.
Fakta: Es krim cepat meleleh saat masuk ke dalam rongga mulut karena pengaruh suhu tubuh, jadi saat es krim masuk ke kerongkongan, suhunya sudah tidak sedingin air es. Penyebab batuk pilek adalah terutama virus dan alergen pada anak-anak yang mempunyai sifat alergi bawaan.
Mitos: Es krim menyebabkan gigi berlubang.
Fakta: Gigi berlubang disebabkan fermentasi sisa karbohidrat dan gula yang tertinggal pada gigi. Dianjurkan untuk minum air putih, berkumur, atau menggosok gigi setelah mengonsumsi makanan manis seperti es krim.
Mitos: Memakan es krim terlalu cepat membuat sakit kepala.
Fakta: Ada teori yang mengatakan bahwa sakit kepala karena es krim (atau yang lebih umum disebut brain freeze) disebabkan karena pendinginan yang cepat pada sinus frontalis, yang memicu saraf nyeri lokal.
Teori yang lain mengatakan, penyebabnya adalah penyempitan pembuluh darah di langit-langit dan belakang mulut menyebabkan aktifnya saraf nyeri dan rasa nyeri menyebar ke kepala. Di bagian belakang mulut terdapat pusat saraf yang disebut sphenopalatine ganglion, dan sangat mungkin inilah penyebab dari brain freeze.
Popularity: 1% [?]
Langganan:
Komentar (Atom)